Suara Rakyat Kebumen

Saya menulis artikel ini dikarenakan ada alasan yang sangat mendasar dan tentu saja karena setiap orang mempunyai hak yang sama untuk menyuarakan pendapatnya. Hak tersebut dilindungi dalam undang-undang dasar 1945 dan juga ada dalam Pancasila Sila Ke-4. Tapi masalahnya kepada siapa kita menyampaikan aspirasi kita atau suara kita?

Ada banyak cara dalam menyalurkan suara kita :

  1. Suarakan keluhan ataupun pendapatmu ke wakil-wakil kita yang duduk di dpr, baik ditingkat kabupaten, propinsi maupun yang ada di pusat.
  2. Suarakan pendapat Anda ke kepala daerah, bupati, gubernur dan lebih bagus lagi bisa tembus ke presiden langsung.
  3. Jika poin 1 dan 2 belum terpenuhi bisa lapor rt atau rw setempat.
  4. Tapi bagaimana kalau poin 1 2 dan 3 tidak terpenuhi? bisa melakukannya di sosial media seperti facebook dan twitter. Karena sosial media sekarang mampu memberikan dukungan yang luar biasa.

Nah buat yang sibuk dengan kerjaannya ataupun kurang mampu bersosialisasi, khusus warga kebumen bisa gabung ke grup facebook SRK “SUARA RAKYAT KEBUMEN” untuk menyampaikan unek-uneknya. Asalkan disampaikan secara baik dan sopan tanpa membawa isu SARA. Kemudahan ini semoga dapat dimanfaatkan oleh para facebooker Kebumen.

Sebagai contoh berikut ini unek-unek saya :

Media Sosial dan Website Berita misal Facebook dan Lukulo Media apabila digabungkan menjadi media informasi efektif dan murah. Jadi Saya hanya memberikan sedikit unek-unek bahwa pemerintah yang akan dipimpin oleh bakal calon bupati yang baru.

Sebaiknya manfaatkan media tersebut sebagai ajang publikasi setiap kebijakan yang diterapkan. Karena selain informasi langsung ke tiap warga melalui perwakilannya yang telah ditunjuk. Internet memudahkan dan memberikan fasilitas berbagi informasi gratis.

dengan demikian apabila ada project yang baik untuk rakyat mudah diterima,

namun apabila ada program atau proyek pemerintah tidak pro rakyat akan dengan mudah di tolak melalui internet.

Jadinya, internet sosial media atau netizen bisa jadi tolak ukur yang baik untuk menentukan sebuah kebijakan dan untuk kontrol contoh tentang moge kenaren atau pak jk yang sekarang jadi trending topik.

rakyat tidak hanya bisa menjalankan kebijakan akan tetapi ikut membantu mengontrol kebijakan jika ada kekeliruan.

Tulisan tersebut, saya posting di https://www.facebook.com/groups/cempaka17/permalink/1022635841092619/.

Saya Hanya Ingin Berbicara atau Nyong Mugur Garep Ngomong

Nyong mugur garep ngomong : (Moch Basikun Mualim)
  1. Aja janji mbangun desa nek ora ngerti desa, luuh iya kan ? sing garep dibangun apane ? Dalane…!!? Sing gole mbangun sekarepe dewek, dibangun siki ngesuk isuk ditiliki wis rusak maning ? Tekan kapan awak dewek terus terusan garep ngguwangi duwit mugur di ideg ideg nang wong sugih?
  2. Aja janji Siap mbelani wong tani, aja janji nulungi wong tani nek ora ngerti mungsuh é wong tani, sing ngerti masalahe dan kebutuhane wong tani ya mestine wong tani utawa wong2 sing wis ngujudaken jiwa raga pikiran lan wektuné kanggo ngurusi bab tani.
  3. Aja sok sokan garep mengatasi kemiskinan lah, sing ngerti susah lan sengsarane urip miskin tuliya wong sing uripé miskin, utawa wong sing wis ndina mbengi bener bener berjuang kanggo nulungi wong miskin.

Aja dumeh pinter terus ngutak atik gawe buku kandel, terus pamer, “iki luh program2 ku sing ngisuk bakal diwujudaken nek calonku kepilih dadi bupati, mulane dipilih ya…?.. Haduuuhh, legi timen gole ngendikan ya ? Apa mesti nek wong pinter kuwe ngerti desa, apa mesti nek wong pinter ngerti mungsuhe wong tani, apa mesti nek wong pinter ngerti rasane urip miskin…? Jangan begitu lah yaaa…. wingi pileg bar diapusi durung mari, masa enggane garep diapusi maning enggane !###.

WIS KAYA KUWE BAE LAH.. I love you duluurrr…

Terjemahan :
Saya Hanya Ingin Bebicara :
  1. Jangan berjanji membangun desa kalau tidak memahami desa, looh iya kan? Yang akan dibangun apanya? Ruas jalan…? Yang cara membangunnya seenaknya sendiri, dibangun sekarang tetapi besok pagi dilihat sudah rusak kembali ? Sampai kapan kita akan terus menerus menghambur-hamburkan uang hanya untuk diinjak-injakan orang kaya?
  2. Jangan berjanji siap mebela para petani, jangan berjanji membantu para petani jika tidak memahami musuhnya para petani. Yang memahami masalah dan kebutuhan para petani, seharusnya para petani atau orang-orang yang sudah membuktikan jiwa, raga, pikiran dan waktunya didedikasikan untuk pertanian.
  3. Jangan sombong ingin mengatasi kemiskinan, yang paham kesulitan dan sengsaranya hidup miskin adalah orang yang hidup dalam kemiskinan. Atau orang yang sudah setiap hari (siang dan malam) benar-benar berjuang untuk menolong orang miskin.

Jangan sombong pinter kreatif membuat buku tebal, kemudian pamer, “inilah program-program saya yang besok bakal diwujudkan jika calon saya terpilih menjadi bupati. Makannya dipilih ya,,,”. Haduh…., manis sekali cara bertutur katanya ya? Apa pasti kalau orang pintar itu memahami desa? Apa pasti kalau orang pinter memahami musuhnya para petani? Apa pasti kalau orang pintar memahami rasanya hidup miskin? Jangan seperti itulah,,, Kemarin dibohongi pileg belum sembuh, masa ingin dibohongi lagi!

SEPERTI ITU SAJA… I Love you saudara,,,

Itulah suara salah satu warga kebumen menanggapi para calon bupati yang akan mengumbar janji untuk warga kebumen dengan judul “Saya Hanya Ingin Berbicara atau Nyong Mugur Garep Ngomong”. Semoga menjadi bahan renungan dan bisa juga saran atau kritik yang bisa disangkal ataupun di komentari. Jangan tersinggung jangan berkecil hati, tetap positif.

Karena membangun kota kebumen ataupun desa-desa yang berada di Kebuman bukanlah tugas bupati. Akan tetapi juga tugas seluruh warga kebumen, baik yang di dalam pemerintahan maupun kita sebagai warga biasa. Mari bergotong royong untuk membangun kota kebumen dengan damai tanpa harus saling melimpahkan. Kebumen dibangun tidak hanya fisiknya tapi harus dengan diikuti pembangunan SDM yang kokoh.