Terusna Aku Bae

Suara hati : Lubis Pukar

Video Pengingat dari : Deny Okta Setiaddin

Tadinya saya mau komentar di postingnya Akun Yahya Yazid, tapi tiba-tiba error, dan postingnya hilang. Saya nggak ngerti kenapa hilang?

Video ini adalah pengingat, kepada semua calon tidak hanya Nomer.2.

Hampir semua permasalahan yang diposting akun Yahya Yazid sifatnya belanja, maka masyarakat harus diberi paparan yang logis terkait porsi APBD Kebumen. PAD Kebumen kecil maka APBD-nya pun tidak besar.

Agar tidak dibilang ingkar janji atau PHP (Pemberi Harapan Palsu), meskipun itu terdengar tidak menjanjikan. Anda harus logis sejak dari dalam pikiran dan kampanye.

Harapan saya dengan tagline “Terusna Aku Bae”, pasangan nomer.2 tidak benar-benar menjadi penerus secara kebijakan dari Bupati Buyar, hanya meneruskan Jabatan saja. Buyar membangun banyak proyek infrastruktur yang tidak produktif selama masa menjabat, multiplier efect dari proyek infrastruktur yang dibangun Buyar tidak memberi dampak luar biasa untuk mengangkat ekonomi kebumen. Buyar membangun banyak pasar, tapi jika daya beli masyarakat tidak meningkat siapa yang mau beli?

Pak Fuad sebagai pengusaha pasti sangat paham soal ini, salah satu pengusaha Kebumen yang bisa menjadi contoh bagaimana produk jasanya bisa menembus pasar di luar kebumen dan mendominasi adalah Pak Eri (EFISIENSI), saya belum tau usahanya Pak Fuad apa saja.

Yang saya tau, baik Pak Ayub maupun Pak Fuad, donimasinya di Kebumen saja. Misalnya, keduanya banyak bergelut di sektor konstruksi, kebumen adalah sentra bata dan genteng, bagaimana dua pengusaha Kakap ini membuat inovasi di bata atau genteng yang ramah lingkungan.

Kebumen yang merupakan bagian dari Indonesia, sedang Indonesia dalam masa krisis, bisa bertahan saja syukur. Daya beli masyarakat secara umum mengalami penurunan, banyak PHK dan macem-macem. Menjanjikan subsidi-subsidi dan bantuan yang sifatnya cash money, secara jangka pendek dapat meningkatkan belanja masyarakat, tapi jangka panjang bisa lihat Negara Yunani.

Calon Bupati jangan menjebak masyarakat dalam kondisi ini. Belajar dari BJ Habibie bagaimana mengatasi krisis, menciptakan lapangan kerja. Sektor yang paling rawan krisis di Indonesia adalah Pangan, karena produktifitas kita rendah, Kebumen ditopang dua bendungan besar seharusnya Petaninya makmur. Perhatikan sektor ini, akan banyak menyerap lapangan kerja.

Buatlah Proyek yang paling mendukung terciptanya lapangan kerja yang massif, PDRB Kebumen terbesar dari pertanian, Calon Bupati harus memperhatikan itu.
Antara pendidikan di Kebumen dan Lapangan Kerja di Kebumen tidak sinkron, berapa SMK di Kebumen membuka jurusan otomotif, Komputer, Mesin? adakah pabrik otomotif di kebumen? Adakah Pabrik bermesin-mesin besar? Bukalah Jurusan Pertanian, karena dari situ akan lahir inovasi-inovasi baru.

Gus Yazid juga harus mengajak umat islam di Kebumen untuk tidak menjadi makhluk peminta-minta kepada manusia, karena tangan diatas lebih baik dari pada di bawah. Kalau perlu, orang-orang kebumen adalah orang-orang yang selalu menolak sumbangan, karena sudah kaya dari dalam pikirannya.

Yahya Yazid Angkat Bicara Soal Membangun dan Kemiskinan

FUAD YAZID ==== 001 ====

Membangun merupakan tugas setiap manusia sebagai wujud Khalifah Allah di bumi. Manusia baik sebagai perorangan maupun dalam wadah lembaga – seperti Pemerintah Daerah misalnya – wajib melakukan Pembangunan. Dengan pembangunan maka kondisi sesuatu diperbaiki dan ditingkatkan menjadi lebih baik. Bukan pembangunan kalau akibat dari kegiatan tersebut menyebabkan sesuatu tidak menjadi lebih baik.

Dalam kontek pemerintahan, membangun harus berarti memperbaiki kondisi atau memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan pembangunan, tatanan pemerintahan dan masyarakatnya harus lebih baik yang ditandai dengan meningkatnya kapasitas ekonomi dan kesejahteraannya. Kondisi kesejahteraan yang lebih baik ini harus menjadi pemandu dan tujuan utama kegiatan pembangunan.

Problem utama pembangunan saat ini adaalah kemiskinan. Sejalan dengan hal itu, maka orientasi utama pembangunan haruslah pada bagaimana mengatasi kemiskinan masyarakatnya.

Menghadapi tugas besar dan berat ini, pemerintah bisa jadi salah dan ambigu dalam mengambil kebijakan. Kesalahan ini berakibat gagalnya menjalankan misi utama mensejahterakan masyarakat terutama masyarakat miskin.

Persoalan pembangunan dan pengentasan kemiskinan, cakupan dua hal tersebut amat sangat komplek. Mengingat keterbatasan ruang penulisan ini, maka tulisan ini yang akan kami sajikan secara bersambung, dimaksudkan hanya dalam tataran konsep dan strategi pokoknya saja, sehingga tidak mencakup tataran opersional secara luas.

Sejalan dengan akan berlangsungnya Pilkada Kebumen ditahun 2015 ini, Tulisan kecil dan ringan ini barangkali, sekali lagi barangkali, dapat dijadikan referensi untuk kita semua dalam perumusan Visi dan Misi Pembangunan lima tahun ke depan, atau bagi siapapun yang mungkin memerlukan.

KEMISKINAN

Terlepas dari beberapa kriteria dan indikator yang digunakan, kemiskinan merupakan kondisi dari seseorang/rumah tangga yang serba kekurangan. Orang miskin menyandang beberapa masalah rendahnya kapasitas ekonomi/sosial seperti pengangguran, rendahnya penghasilan, rendahnya derajat kesehatan dan pendidikan. Kondisi ini menimbulkan kapasitas sosial maupun ekonominya tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya secara memadai.

Selain karena faktor internal seperti tersebut di atas, kemiskinan juga merupakan resultante dari interaksi kemampuan rumah tangga dengan kondisi lingkungan dimana dia tinggal. Kemiskinan bisa saja terjadi karena seseorang tinggal dalam suatu wilayah yang kurang menguntungkan bagi aspek ekonomi maupun sosialnya. Oleh sebab itulah maka pendekatan spasial dalam pengentasan kemiskinan harus diterapkan.

Prosentase penduduk miskin di Jawa Tengah dan juga Kebumen masih cukup tinggi. Untuk Provinsi Jawa Tengah di tahun 2014 sebesar 13,58 %, dan Kebumen sebesar 19,97 %. Bandingkan dengan angka Nasional yang hanya 10,96 %. Artinya prosentase penduduk miskin di Jawa Tengah masih lebih tinggi dari rata rata Nasional, dan di Kebumen masih lebih tinggi dari rata rata Jawa Tengah. Sebuah sumber bahkan menyebutkan prosentase penduduk miskin di Kebumen termasuk nomor urut tiga dari bawah.

Kemiskinaan inilah sesungguhnya masalah utama pembangunan daerah yang “ extra ordinary” bagi pemerintah, sehingga pemerintah harus memecahkan masalah ini dengan cara-cara yang juga “extra ordinary” melalui strategi yang tepat.

Pemilihan Bupati Kebumen

Agenda pemilihan Bupati yang baru tergolong masih lama yaitu diperkirakan bulan Desember 2015.

Biarpun waktunya masih 9 bulan lagi, namun agenda untuk persiapannya sudah dimulai semenjak bulan November 2014. Sangat menarik menurut saya, karena persiapannya 1 tahun sebelum Hari H pemilihan kepala daerah Kebumen yang baru. Hal itu ditandainya dengan undangan Komisi A  DPRD Kebumen kepada KPU Kebumen untuk rapat koordinasi pada tanggal 6 November 2014 .

Menanggapi hal itu saya bangga terhadap kinerja kedua lembaga negara tersebut. Persiapan yang sangat panjang, semoga mendapatkan hasil yang memuaskan. Tentu saja semoga mampu melaksanakn dengan baik dan mendapatkan pemimpin baru yang bisa bekerja mampu melayani masyarakat dengan baik.

Pada tanggal 11 november 2014, KPU Kebumen melakukan sosialisasi ke lembaga-lembaga terkait mengenai sosialisai Perpu nomor 1 tahun 2014. Dalam perpu tersebut berisi berbagai peraturan mengenai pemilihan kepala daerah baik bupati, walikota, ataupun gubernur.

Kutipan Perpu nomor 1 Tahun 2014 :

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ini

yang dimaksud dengan:

  1. Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota yang selanjutnya disebut Pemilihan adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat di Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memilih Gubernur, Bupati, dan Walikota secara langsung dan demokratis.
  1. Uji Publik adalah pengujian kompetensi dan integritas yang dilaksanakan secara terbuka oleh panitia yang bersifat mandiri yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi atau Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, yang hasilnya tidak menggugurkan pencalonan.
  1. Calon Gubernur adalah peserta pemilihan yang diusulkan oleh partai politik, gabungan partai politik, atau perseorangan yang mendaftar atau didaftarkan di Komisi Pemilihan Umum Provinsi.
  1. Calon Bupati dan Calon Walikota adalah peserta pemilihan yang diusulkan oleh partai politik, gabungan partai politik, atau perseorangan yang mendaftar atau didaftarkan di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.
  2. Selengkapnya… download PERPPU_Nomor_1_Tahun_2014